Pesona Dayak Halong
Pesona Dayak Halong Tarian Daerah Belawang Api.
Pasar Modern Balangan
Pasar Tradisioal Bertaraf Modern yang ada di Jantung Kota Paringin .
Aruh Adat
Aruh Adat Masyarakat Dayak Halong Kabupaten Balangan.
Terminal Kota Paringin
Salah satu sudut dari Kota Paringin Ibukota Kabupaten Balangan.
Tugu Perjuangan
Monumen Tugu Perjuangan Rakyat Balangan kepada penjajah di Jantung Kota Paringin.
Senin, 22 Februari 2016
Jumat, 12 Februari 2016
TIK Dorong Pembentukan Masyarakat Cerdas dan Produktif
11.48
No comments
Jakarta, Kominfo - Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Bambang Heru Tjahjono menyatakan pihaknya terus berupaya mewujudkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk membentuk masyarakat yang cerdas dan produktif.
“Saya berharap dengan kegiatan ini dapat teridentifikasi berbagai hal mengenai pola penggunaan media digital terutama pada anak dan dampak negatifnya penggunaan internet,” jelasnya pada pembukaan Seminar dan Talkshow Pola Penggunaan Media Digital pada Anak dan Dampak Negatif Terhadap Pengguna Internet, di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Kamis (11/02/2016).
Dengan mengenal dan mengetahui penggunaan media digital dan dampak negatif tersebut, orang tua dapat mengarahkan anak-anak dan para generasi muda agar memanfaatkan TIK dan internet dengan benar, “Sesuai dengan etika, peraturan perundang-undangan yang berlaku, aturan dan norma di masyarakat agar pemanfaatan TIK dan Internet tersebut dapat memberikan nilai tambah dan dampak positif,” tambah Bambang Heru.
Menurut Bambang Heru, hasil dari kegiatan itu akan diformulasikan menjadi solusi dan diimplementasikan pada program-program yang dijalankan Kementerian Kominfo tahun ini. “Termasuk dalam insiasi Program Whitelist yaitu rekomendasi daftar situs yang baik dialokasikan oleh institusi dan komunitas,” kata Bambang Heru seraya menambahkan diskusi seperti ini dapat menjadi masukan dalam menyikapi isu-isu yang terhangat saat ini mengenai dampak negatif internet pada anak, seperti LGBT, Child Traficking, pornografi, dan kecanduan game online.
Triana Rudiantara yang menjadi pembicara dalam seminar menyatakan Kementerian Kominfo dapat merangkul penggunaan internet untuk anak dan dapat menghapus game berbau pornografi yang dapat merusak kerja otak. “Kegiatan ini saya harap dapat membuka wawasan mengenai penggunaan media digital yang telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Data dari APJII menunjukan peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia secara eksponensial. Dari total 88,1 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 80% didominasi oleh generasi muda. “Dalam aktifitas dunia maya, kita harus sadar bahwa etika di dunia maya dan dunia nyata. Etika di dunia maya (cyber ethic) perlu di ajarkan sejak dini sehingga dapat menghindari kebiasaan buruk di dunia maya. Kejahatan dunia maya sering bermula dari diabaikannya nilai nilai etika tersebut,” pungkasnya.
Seminar yang diikuti oleh karyawati dan karyawan Kementerian Kominfo itu juga diisi oleh Elly Risman dari Yayasan Kita dan Buah Hati dengan materi Mengenali dan Mengatasi Kecanduan Anak pada Games, Internet dan Pornografi. (SINA)
sumber : Kominfo
Menkominfo: Kita Buat Kebijakan Afirmatif untuk Layani Masyarakat
11.46
No comments
Jakarta, Kominfo -
Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pemprov DKI Jakarta
menyepakati kerjasama Layanan Panggilan Nomor Darurat 112 dan SMS
Peringatan Dini Bencana untuk kawasan DKI Jakarta. Layanan tersebut
merupakan bentuk keberpihakan pemerintah pusat dan daerah untuk melayani
masyarakat.
“Saya sebetulnya iri dengan beberapa negara lain yang punya affirmative policy,
atau kebijakan keberpihakan yang berkaitan dengan kebencanaan, dan
pendidikan,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada
Kamis pagi (11/02/2016) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.
Menurut Menteri, pemerintah berencana
untuk mengeluarkan kebijakan dalam dua sektor tersebut. Salah satunya
adalah dalam konteks penyiaran, terutama digitalisasi televisi, akan
disisihkan terlebih dahulu untuk kebencanaan atau PPDR (Public
Protection and Disaster Relief).
Menteri Rudiantara juga menambahkan bahwa saat ini yang sangat dibutuhkan adalah mengeluarkan surat kepada seluruh high-risk building
di Jakarta, baik yang sudah dibangun, apalagi yang baru membangun,
untuk mohon diberikan akses untuk membangun jaringan ke tiga bendungan
besar yang ada di Jakarta.
Menteri Kominfo menjelaskan pilot project
nomor tunggal 112 ini telah dilakukan di 10 kota. Pemerintah
menargetkan implementasi selanjutnya untuk tahun ini 100 kota/kabupaten,
dan sebelum tahun 2019 sistem kedaruratan ini sudah harus
diimplementasikan di semua daerah, baik terkait banjir, gempa, tsunami,
dan lain sebagainya.
“Ini untuk menunjukkan yang tadinya kita
ini berjalan masing-masing, kesehatan, kepolisian, sekarang semua
disatukan agar terintegrasi dan secara sistem lebih efisien. Bukan untuk
membuat hierarki, namun justru agar terasa sistemnya seamless (mulus, red),” jelas Rudiantara.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja
Purnama dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa ia yakin nomor
tunggal darurat 112 tersebut akan bermanfaat jika Pemda DKI bisa
menyiapkannya dengan baik. Acara ditutup dengan penandatanganan
Kesepakatan Bersama SMS Peringatan Dini Bencana oleh Menteri Kominfo dan
Gubernur DKI Jakarta yang didampingi jajaran Direksi dari keempat
operator yang hadir dan Ketua Umum ATSI, serta penandatanganan
Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan Nomor Panggilan Tunggal Darurat
oleh Dirjen PPI Kalamullah Ramli dan Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta
Denny Wahyu Haryanto. (VY/SINA/NF)
sumber : Kominfo
Kominfo Dukung Mega Bazaar menuju Masyarakat Digital Indonesia
11.42
No comments
Jakarta, 3 Februari 2016
– Di tengah lesunya pasar komputer di Indonesia, Dyandra Promosindo,
penyelenggara pameran terdepan di Indonesia, bersinergi dengan Asosiasi
Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dan Kementerian Komunikasi dan
Informatika tetap berpegang dengan komitmen memajukan industri teknologi
informasi dan komunikasi (TIK), dengan menghelat pameran Mega Bazaar
2016. Pameran yang telah memasuki usianya yang ke-22 ini rencananya akan
digelar pada 2 – 6 Maret 2016 mendatang di Jakarta Convention Center
(JCC).
Dari
data Apkomindo, penjualan komputer di Indonesia mengalami penurunan 34%
sejak dua tahun terakhir, sedangkan penjualan ponsel cerdas justru
meningkat pesat sebesar 59%. Penyelenggaraan Mega Bazaar tahun ini
diharapkan menjadi satu momen strategis untuk meningkatkan optimisme
para pelaku usaha TIK, dari tingkat vendor, distributor, master dealer,
hingga reseller, serta para konsumen. Apkomindo sendiri memprediksi
penjualan komputer akan naik sekitar 10–15% pada kuartal pertama 2016.
Soegiharto
Santoso, Ketua Umum Apkomindo pada press conference Mega Bazaar (03/02)
di Jakarta, menyatakan bahwa persaingan bisnis dengan pemanfaatan
teknologi akan semakin ketat. “Semakin maraknya perusahaan start-up yang
menjual layanan berbasis digital hingga bisnis online perorangan akan
semakin kompetitif dan tentunya bisa mendorong perkembangan industri
teknologi informasi dan komunikasi secara umum di tanah air, oleh
karenanya di pameran kali ini selain memberikan update tentang teknologi
baru dari berbagai vendor, juga akan mengangkat industri TIK dalam
negeri, terutama start-up ” jelas pria yang akrab disapa Hoky itu.
Hoky
menambahkan, tahun 2016 dianggap sebagai tahun berkembangnya teknologi
digital di Indonesia. Semakin meratanya layanan internet cepat 4G LTE,
tentu akan semakin membantu berbagai aktivitas masyarakat menjadi lebih
digital. Baik untuk bisnis maupun sosial, hingga pemanfaatan dalam
peningkatan pelayanan publik dan pemerintah. Saat ini, peran
kepemimpinan digital (digital leadership) juga semakin memperkuat
perubahan dinamika masyarakat digital. Para pemimpin publik maupun
perusahaan, semakin sadar akan pentingnya penggunaan teknologi dalam
memperkuat layanan untuk masyarakat.
Pemerintah Mendorong Pembangunan Bidang TIK
Perkembangan
teknologi digital memang semakin memberikan pengaruh positif bagi
pemerintahan untuk terus meningkatkan diri, mulai perubahan pola pikir
dan budaya kerja, partisipasi aktif publik, penyediaan infrastruktur
TIK, dan sumber daya manusia yang kompeten.
Direktur
Pemberdayaan Informatika Septiana Tangkary mengatakan, “kebijakan dan
program untuk mengurangi kesenjangan digital serta koordinasi lintas
sektor merupakan peran Kementerian Kominfo dalam pembangunan di bidang
TIK. Pola kerjasama dalam berbagai program kegiatan dengan Akademisi,
Bisnis, Kommunitas, dan Government (A,B,C, + G), termasuk asosiasi
sangat diperlukan”. Lebih lanjut dikatakan, bahwa pembangunan di bidang
TIK diharapkan mampu membawa perubahan paradigma pembelajaran yang pada
gilirannya berguna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh
karena itu, percepatan upaya implementasi program pemanfaatan TIK bagi
keperluan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kerjasama lintas sektor,
lintas wilayah dan lintas institusi secara terpadu, utuh dan sinergis
menjadi kebutuhan yang tidak terelakan saat ini.
Pada
tataran teknis operasional, pemberdayaan masyarakat terkendala karena
kurangnya SDM di masyarakat yang mampu memberikan dorongan, motivasi dan
bimbingan (pendampingan) kepada masyarakat dalam pemanfaatan TIK.
Menyadari kekurangan tersebut, Kementerian Kominfo telah menginisiasi
pembentukan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia
(Relawan TIK Indonesia). Keberadaan Relawan TIK Indonesia dinilai cukup
memadai sebagai solusi strategis guna mengedukasi masyarakat untuk
memanfaatkan computer, smartphone, dan lainya untuk kegiatan yang
postitif atau digunakan secara cerdas, kreatif dan produktif, sehingga
meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup masyarakat.
Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memperkenalkan program prioritas “White List,”
yang diharapkan pada Tahun 2016 bisa langsung dirasakan manfaatnya
secara massif oleh masyarakat, khsusnya anak-anak SD,SMP,SMA dan
Pesantren.
Smart Things Berkembang
Di
tengah pertumbuhan pasar PC yang lesu seperti ini, para pelaku
industri terus melakukan inovasi untuk menciptakan barang-barang yang
dibekali teknologi cerdas (smart things) yang dapat digunakan
sehari-hari. Saat ini, berkembang inovasi yang menghadirkan perabot
rumah tangga yang terkoneksi dengan Internet. Mesin cuci, smart tv,
lampu yang bisa menyesuaikan suhu dan kelembaban, bahkan kulkas yang
bisa melacak bahan dapur yang dibutuhkan dan produk mana yang akan
kadaluarsa. “Jadi, bukan mimpi lagi jika dalam beberapa waktu ke depan
kita bisa mengendalikan barang-barang di rumah kita hanya dengan
menggunakan handphone,” ujar Hendra Noor Saleh, Direktur Dyandra
Promosindo.
Trend
tersebut di atas yang sekarang dikenal dengan Internet of Things telah
menjadi trend terdekat yang perlu kita antisipasi dimana begitu banyak
perangkat teknologi baru yang akan masuk ke pasar dengan paradigma baru.
Internet of Things akan berdampak pada perubahan peta permainan yang
signifikan dan mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan bisnis seperti
bidang pembangunan, energi, bidang rumah tangga, bidang kesehatan,
bidang industri, bidang transportasi, bidang perdagangan, bidang
keamanan dan bidang teknologi serta jaringan. Trend ini juga akan
sangat berkait erat dengan trend lainnya yaitu Big Data dimana seluruh
perangkat IOT tentunya akan memberikan kontribusi "peledakan" upload dan
download data yang sangat besar yang perlu ditangani secara khusus dan
dengan tingkat availability, reliability dan khususnya scalability serta
kemampuan analisis yang tinggi.
Pada
gelaran Mega Bazaar tahun ini sendiri, panitia akan mengusung tema
“Technology and Entertainment” yang menginterpretasikan tren terbaru
yang dikemas khusus untuk masyarakat.
Hendra
berpendapat, seiring berjalannya waktu, Mega Bazaar memiliki daya tarik
berbeda, sehingga tidak hanya industri komputer saja yang tampil pada
event besar ini. Namun pameran ini bertransformasi menjadi ajang retail
multiproduk gadget terbesar di awal tahun dengan jumlah pengunjung dan
transaksi yang terus meningkat. “Kami berharap, Mega Bazaar nantinya
juga bisa menampilkan berbagai perabot pintar yang tentu akan sangat
menarik bagi pengunjung,” ungkapnya.
Ichwan
Sofwan, General Manager Dyandra Promosindo menjelaskan Dyandra
Promosindo sebagai penyelenggara telah menyiapkan berbagai program
menarik seperti DJ Competition, Technology Hunt, Uang Kaget, Game Online
Competition, dan berbagai entertainment lainnya yang akan memeriahkan
Mega Bazaar 2016. Selain itu, sebagai bentuk dukungan bagi pengembang
game lokal, panitia Mega Bazaar 2016 juga akan merilis aplikasi game
yang bernama “TekMon” di platform Android & iOS untuk membangkitkan
minat masyarakat Indonesia terhadap perkembangan TIK.
Seperti
tahun-tahun sebelumnya, Mega Bazaar akan diselenggarakan bersamaan
dengan pameran fotografi terbesar atau biasa dikenal dengan FOCUS.
Selain di Jakarta, Mega Bazaar 2016 akan diselenggarakan di kota
Yogyakarta pada tanggal 5- 9 Maret 2016 di Jogja Expo Center.
sumber : Kominfo
32 Desa Masih Rawan Banjir
10.47
No comments
32 Desa Masih Rawan Banjir
PARINGIN
- Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penangulangan Bencana
Daerah (BPBD) setempat, delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Balangan
tercatat masih rawan banjir.
Dari
delapan kecamatan ini, enam kecamatan dan 32 desa di antaranya memiliki
status rawan bencana banjir, yakni tujuh desa di Kecamatan Halong, 10
desa di Kecamatan Juai, tiga desa di Kecamatan Paringin Selatan, lima
desa di Kecamatan Lampihong, tiga desa di Kecamatan Awayan, dan empat
desa di Kecamatan Tebing Tinggi.
Dalam
beberapa pekan terakhir, meskipun masih dalam skala kecil, air terlihat
menggenang di beberapa titik di kecamatan Halong, Juai, Tebing tinggi,
Awayan dan Lampihong.
Kepala
BPBD Balangan Alive Yoesfah Love mengungkapkan, dari awal musim hujan
hingga sekarang, memang belum ada daerah yang mengalami banjir namun dia
mengimbau kepada desa-desa yang masuk dalam daerah rawan banjir agar
selalu waspada.
Lebih
lanjut Alife mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan
kemungkinan banjir di semua wilayah yang rawan banjir.
"Beberapa
pekan ini, intensitas hujan memang cukup tinggi, akibatnya air sungai
di Balangan naik sekitar 30 persen, namun standar," tukasnya. (why)
Pol PP Tertibkan Spanduk Liar
10.46
No comments
Pol PP Tertibkan Spanduk Liar
PARINGIN
- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Balangan kembali
turun ke jalan. Kali ini untuk menertibkan Baleho yang tersebar di
daerah perkotaan. Kamis (4/2) kemarin.
Kasatpol
PP Kabupaten Balangan, Ardiansyah yang memimpin langsung penertiban
Baleho dan spanduk mengungkapkan, yang pihaknya lepas paksa yaitu Baleho
dan spanduk tanpa izin, hingga yang masa izinnya telah habis.
"Sedikitnya
ada 30 spanduk dan baleho yang kita lepas paksa, karena menyalahi
aturan yang berlaku," ujarnya yang juga mengatakan bahwa dalam melakukan
penertiban, pihaknya tidak pandang bulu, meskipun di antaranya ada
beberapa spanduk yang merupakan milik SKPD.
Lebih
lanjut, Ardiasyah mengungkapkan, pihaknya secara rutin akan melakukan
operasi penertiban spanduk dan sejenisnya setiap bulan, hal itu guna
menciptakan kawasan perkotaan yang rapi dan bersih.
Lebih
lanjut dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendukung
terwujudnya suasana perkotaan yang tidak semrawut, salah satunya dengan
memasang spanduk dan sejenisnya pada tempatnya dan sesuai prosedur yang
berlaku.
"Pasanglah
spanduk pada tempatnya sesuai izin yang diberikan, jangan sembarangan,
karena bisa membahayakan keselamatan orang lain," imbuhnya. (why)
Petani Bersinergi Hadapi Musim Tanam
10.44
1 comment
Kepala Dinas PTPHPP Balangan, Tuhalus (kiri) menyerahkan jaring secara simbolis kepada perwakilan poktan.
Petani Bersinergi Hadapi Musim Tanam
PARINGIN
- Menghadapi musim tanam tahun ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Hortikultura Peternakan dan Perikanan (PTPHPP) Kabupaten Balangan,
menggelar pelatihan penanganan hama.
Bertempat di Balai Benih Pertanian (BPP) di Kecamatan Batumandi, setidaknya ada puluhan Kelompok Tani (Poktan) yang berhadir.
Turut
hadir pula Kepala Dinas PTPHPP Balangan Tuhalus, Kepala Balai Benih
Provinsi Kalsel Agus serta Kepala Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan
Balangan Sofyan.
Selain
pelatihan penanganan pestisida, dalam kegiatan itu juga dilakukan
pembukaan klinik perlindungan dan kesehatan tanaman, sekaligus
penyerahan polis asuransi usaha tani padi, dan bantuan pestisida
persiapan pengamanan menghadapi musim tanam 2015/2016 di Kabupaten
Balangan kepada masing-masing Poktan.
Kepala
Dinas PTPHP Balangan, Tuhalus memaparkan, Klinik Perlindungan dan
Kesehatan Tanaman perlu didirikan karena pertanian rentang terserang
hama penyakit.
"Klinik
ini nanti bergabung dengan Pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang kita
rencanakan di eks bangun rumah potong hewan," tukasnya.
Melalui
klinik ini kata dia, petani bisa berkonsultasi terkait perlindungan dan
kesehatan tanaman serta hewan, sehingga bisa meminimalisir kerugian
akibat serangan hama.
Dalam
kesempatan itu, pembukaan klinik secara simbolis dilakukan dengan
penyerahan jaring serangga dan bendera spot stop kepada perwakilan
poktan Kecamatan Awayan dan Halong.
Sementara
bantuan pestisida dalam rangka penanggulangan daerah sumber serangan
organisme pengganggu tumbuhan (OPT) diserahkan untuk seluruh poktan se
Kabupaten Balangan, dengan rincian insektisida untuk pengendalian hama
sebanyak 805 liter, fungisida untuk pengendalian sumber penyakit 300
liter, dan rodentisida untuk pengendalian hama tikus sebanyak 1000 Kg
atau satu ton. (why)
Stadion Garuda Maharam Menjadi Sorotan
10.42
No comments
//MANGKRAK - KONI Balangan merekomendasikan agar pembangun Stadion Garuda Maharam dipindah ke lokasi lain.
Stadion Garuda Maharam Menjadi Sorotan
PARINGIN
- Menyikapi wacana akan dilanjutkannya pembangunan stadion Garuda
Maharam, jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balangan
belum lama tadi menyambangi stadion yang sudah mangkrak selama puluhan
tahun tersebut.
Hasilnya,
pengurus KONI Balangan sepakat bahwa pembangunan stadion tidak layak
untuk dilanjutkan dengan berbagai alasan, salah satunya yaitu lokasi
yang tidak standar untuk sebuah stadion, karena sisi timur stadion tepat
berada di sisi jurang dan sisi barat terdapat, sehingga tidak
memungkinkan apabila suatu saat mau diperluas.
Ketua
KONI Balangan, Marhat mengungkapkan, selain lokasi stadion yang
pembangunannya menggunakan dana CSR tersebut tidak layak, posisi tribun
yang tepat menghadap matahari juga menyalahi standar sebuah stadion
sepak bola.
"Masih
banyak faktor lain yang nanti akan kami paparkan kepada pemerintah
daerah, kita sudah mendapat undangan dari pemerintah untuk duduk bersama
membahas nasib stadion ini pekan depan," ujarnya.
Kalaupun
pemerintah mau melanjutkan pembangunan stadion kata Marhat, pihaknya
merekomendasikan agar memilih lokasi lain yang lebih strategis.
Dia
menilai masih banyak lokasi strategis lain yang layak untuk didirikan
stadion di Balangan, yang lebih dekat dengan pemukiman masyarakat dan
berpotensi untuk dikembangkan apabila suatu saat pemerintah mau
membangun sport center.
Sementara
itu, senada dengan KONI Balangan, Sugi salah seorang warga berharap
stadion Garuda Maharam yang berlokasi di Kecamatan Paringin tersebut,
dipindah karena akses menuju ke sana cukup jauh.
"Kami
sebagai masyarakat memang sangat berharap Balangan memiliki stadion
sepak bola yang megah, tapi apa gunanya kalau warga enggan ke sana
karena lokasi yang jauh," tukasnya. (why)
Perusahaan-Perusahaan di Balangan Gelar Aksi Solidaritas
10.40
No comments
Perusahaan-Perusahaan di Balangan Gelar Aksi Solidaritas
PARINGIN
- Dalam rangka bulan K3 Nasional tahun 2016, beberapa perusahaan yang
beroperasi di wilayah Balangan memperingatinya dengan menggelar donor
darah.
Perusahaan yang
turut berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya Balangan Coal, PT.
SIS, PT. AHK, PT. SBM, dan PT. JBI yang bekerja sama dengan Pemkab
Balangan melalui RSUD setempat.
Aksi
donor darah yang dilaksanakan di kantor Balangan Coal tersebut sendiri,
melibatkan karyawan dari masing-masing perusahaan dan berhasil
mengumpulkan 60 kantong darah dari 62 pendonor.
Wakil
ketua panitia peringatan Bulan K3 Nasional, Agussalim Tiri
mengungkapkan, selanjutnya darah tersebut akan disalurkan kepada
masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD
Kabupaten Balangan.
"Kita
berharap kegiatan ini bisa ke depan bisa memberikan dampak positif bagi
karyawan yang ikut mendonor, sehingga bisa mendonorkan darahnya secara
rutin. Karena donor darah baik untuk kesehatan," tandas pria yang juga
menjabat sebagai QHSE Section Head Balangan Coal ini.
Terakhir
Tiri memaparkan, aksi donor tersebut juga bertujuan untuk menanamkan
jiwa sosial kepada karyawan, melatih diri menjalankan aksi sosial bagi
sesama. (why)
Dinas PTPHPP Sediakan Asuransi Untuk Tanaman Padi
PARINGIN
- Guna menjamin kelangsungan tanaman padi petani dari ancaman serangan
hama penyakit, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan
Perikanan (PTPHPP) Balangan, meluncurkan berbagai program.
Selain
membagikan pestisida untuk mengendalikan, menolak dan membasmi hama,
serta penyuluhan penanganan hama, Dinas PTPHPP Balangan juga menyediakan
asuransi untuk petani.
Kepala
Dinas PTPHPP Balangan, Ir Tuhalus MP mengungkapkan, pihaknya
mencadangkan asuransi untuk luasan 1100 hektare lahan tanaman padi
petani.
"Asuransi yang
kita sediakan yaitu berupa mengganti biaya tanam petani apabila tanaman
padinya mengalami kegagalan akibat hama penyakit, banjir dan kekeringan.
Setiap hektarenya kita sediakan Rp6 juta," ungkapnya.
Dana
yang disediakan untuk asuransi sendiri kata dia bersumber dari APBD,
namun karena terbatas maka asuransi hanya diperuntukkan bagi petani yang
melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
"Uang
pendaftaran asuransi yang dikenakan untuk setiap petani cuma sebesar
Rp36 ribu. Untuk ke depan asuransi ini akan mendapat bantuan dari
pemerintah pusat," terangnya. (why)
Pekan Gemar Membaca Sambut Hari Jadi
10.39
No comments
Pekan Gemar Membaca Sambut Hari Jadi
PARINGIN
- Dalam rangka meningkatkan minat membaca masyarakat Bumi Sanggam,
terutama para pelajar, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD)
Balangan berencana akan menggelar pekan gemar membaca.
Kepala
KPAD Balangan, Ir Syarif Ubaidilah MP saat ditemui di ruang dinasnya
memaparkan, pekan gemar membaca ini akan digelar sebagai rangkaian
menyambut hari jadi Balangan yang ke 13 pada April 2016 nanti.
"Acara
kita laksanakan sepekan sebelum puncak hari jadi berpusat di Gedung
Sanggam Paringin, kira-kira pekan keempat di bulan Maret 2016,"
ungkapnya.
Konsep
acaranya sendiri lanjutnya yaitu menggelar beberapa kegiatan yang
berhubungan dengan meningkatkan minat baca dan mengundang ketertarikan
warga untuk datang ke lokasi acara.
Kegiatan
yang diadakan kata dia untuk sekarang masih disusun supaya semenarik
mungkin, sementara nanti akan dilaksanakan lomba-lomba seperti baca
puisi, mading dan pentas seni.
Selain
mengadakan lomba-lomba, pihaknya juga akan menggelar pameran buku
bekerja sama dengan penerbit seperti Gramedia dan penerbit lainnya.
"Rencananya
juga akan kita adakan pelatihan jurnalistik untuk pelajar, bekerja sama
dengan media-media yang ada di Balangan," tukasnya. (why)
BLHK Tanami Pohon di Median Jalan
PARINGIN
- Beberapa hari terakhir sejumlah petugas dari Badan Lingkungan Hidup
dan Kebersihan (BLHK) Balangan nampak sibuk menanam bibit pohon dan
bunga di median jalan.
Salah
seorang petugas yan tengah bekerja mengungkapkan, penanaman ini guna
menciptakan suasana yang aseri di kawasan jalanan raya sepanjang median
jalan utama perkotaan.
"Rencananya
penghijauan di median jalan kita lakukan di sepanjang jalan utama dari
Kantor Bupati Balanga sampai Kelurahan Batu Piring, karena memang median
jalan ini saja yang memungkinkan untuk ditanami," ujarnya.
Pengguna
jalan yang kebetulan melintas, Fitri mengakui suasana di sepanjang jala
ini memang berbeda dari sebelumnya, karena cukup teduh dan enak
dipandang mata.
"Ini belum besar, apalagi kalau pohon-pohonnya sudah besar, pasti lebih indah dan nyaman," katanya.
Lebih
lanjut ia berharap ke depan tanaman yang ditanam bisa dirawat secara
rutin supaya subur, karena menuru dia tanaman-tanaman yang ditanam
sebelumnya kering dan mati lantaran kurang terawat. (why)
Koleksi Buku Bertambah Pengunjung Berkurang ?
10.37
No comments
Koleksi Buku Bertambah Pengunjung Berkurang
PARINGIN, MK- Adanya anggapan, minimnya koleksi buku, menjadi salah satu penyebab berkurangnya pengunjung ke perpustakaan tidak sepenuhnya benar.
Buktinya, meski jumlah koleksi buku bertambah tapi jumlah pengunjung kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) kabupaten Balangan turun signifikan.
"Jumlah koleksi buku terus bertambah, tahun 2014 ada 7974 judul buku bertambah menjadi 8717 judul pada tahun 2015 lalu," ujar Kepala kantor KPAD Balangan Syarif Ubaidillah saat ditemuai dikantornya, Rabu (10/2).
Meski jumlah koleksi buku bertambah, kata Ubaidillah, justru terjadi penurunan jumlah pengunjung perpustakaan sepenjang tahun 2015 dibanding 2014.
Jumlah penurunan pengunjung perpustakaan milik Pemkab Balangan ini cukup signifikat yakni hampir 1000 orang, dimana tahun 2014 tercatat ada 3803 pengunjung sedangkan tahun 2015 hanya ada 2847 pengunjung.
"
"Kemungkinan penurunan jumlah pengunjung ini karena kurangnya keanekaragaman judul buku yang kita miliki," ujar Ubaidillah.
Karena menurut dirinya, selain minat baca masyarakat kebutuhan buku sebagai bahan referensi yang dibutuhkan juga mempengaruhi jumlah pengunjung.
"Jumlah koleksi buku dengan kebutuhan para pembaca sangat berkaitan erat, dimana orang akan malas datang keperpustakaan jika buku sebagai bahan referensi yang dibutuhkannya tidak tersedia," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya kata Ubai, akan berusaha terus menambah jumlah koleksi buka dan juga minat baca masyarakat.
Dengan bertambahnya koleksi buku dan minat baca maka secara otomatis jumlah pengunjung perpustakaan juga akan meningkat.
"Waktunya gemar membaca harus dijadikan sebagai kebiasaan dan kebutuhan. Dengan demikian akan muncul kecintaan terhadap buku. Saya juga berharap perpustakaan menjadi pusat dan kunci belajar," harapnya.
Untuk mendukung terwujudnya hal itu, lanjut Ubai, pihaknya berencana akan menggelar pekan gemar membaca.
"Pekan gemar membaca ini akan kita gelar sebagai rangkaian menyambut hari jadi Balangan yang ke 13 pada April 2016 nanti dengan menggelar beberapa kegiatan yang berhubungan dengan meningkatkan minat baca," pungkasnya. (sugi)
Narasi Tunggal "Paket Ekonomi X"
10.27
Daftar Negatif Investasi, DNI, Jokowi, koperasi, Paket Ekonomi, Pket Kebijakan Ekonimi X, UMKMK, usaha mikro
No comments
Paket
Kebijakan Ekonomi X
Memperlonggar
Investasi Sekaligus Meningkatkan Perlindungan Bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah
dan Koperasi
Pemerintah
menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dalam revisi Peraturan Presiden Nomor
39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang
Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau yang lebih dikenal
sebagai Daftar Negatif Investasi (DNI).
Dalam
konferensi pers saat mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X di Istana
Kepresidenan, Jakarta (11/2), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin
Nasution menjelaskan, ke-19 bidang usaha itu tercakup dalam kegiatan jenis
usaha jasa bisnis/jasa konsultasi konstruksi yang menggunakan teknologi
sederhana/madya dan/atau resiko kecil/sedang dan/atau nilai pekerjaan kurang
dari Rp 10 milyar.
Dalam DNI
sebelumnya, dipersyaratkan adanya saham
asing sebesar 55% di bidang-bidang usaha seperti jasa pra design dan
konsultasi, jasa design arsitektur, jasa administrasi kontrak, jasa arsitektur
lainnya,dan sebagainya.
Selain itu
terdapat 39 bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK diperluas nilai
pekerjaanya dari semula sampai dengan Rp 1 miliar menjadi sampai dengan Rp 50
miliar. Kegiatan itu mencakup jenis usaha jasa konstruksi, seperti pekerjaan
konstruksi untuk bangunan komersial, bangunan sarana kesehatan, dan lain-lain.
Menurut
Darmin, untuk memperluas kegiatan usaha UMKMK itu dilakukan reklasifikasi
dengan menyederhanakan bidang usaha. Misalnya 19 bidang usaha jasa bisnis/jasa
konsultasi konstruksi dijadikan 1 jenis usaha. “Karena itu jenis/bidang usaha
yang dicadangkan untuk UMKMK menjadi lebih sederhana dari 139 menjadi 92
kegiatan usaha,” ujarnya.
Sedangkan
untuk kemitraan yang ditujukan agar Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan
Penanaman Modal Asing (PMA) bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) yang semula 48 bidang usaha,
bertambah 62 bidang usaha sehingga menjadi 110 bidang usaha. Bidang usaha itu
antara lain: usaha perbenihan perkebunan dengan luas 25 Ha atau lebih,
perdagangan eceran melalui pemesanan pos dan internet, dan sebagainya. UMKMK
juga tetap dapat menanam modal, baik di bidang usaha yang tidak diatur dalam
DNI maupun bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan lainnya.
Sudah Dibahas
Sejak Tahun Lalu
“Perubahan
Daftar Negatif Investasi ini telah dibahas sejak 2015, dan sudah melalui
sosialisasi, uji publik, serta konsultasi dengan Kementerian/Lembaga, pelaku
usaha, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Darmin.
Darmin
menjelaskan, selain meningkatkan perlindungan terhadap UMKMK, perubahan DNI ini
dilakukan juga untuk memotong mata rantai pemusatan ekonomi yang selama ini
dinikmati oleh kelompok tertentu. Dengan demikian harga-harga bisa menjadi
lebih murah, misalnya harga obar dan alat kesehatan. Mengantisipasi era
persaingan dan kompetisi Indonesia yang
sudah memasuki MEA.
Selain membuka
lapangan kerja dan memperkuat modal untuk membangun, perubahan ini juga untuk
mendorong perusahaan nasional agar mampu bersaing dan semakin kuat di pasar
dalam negeri maupun pasar global. Kebijakan ini bukanlah liberalisasi tetapi
upaya mengembangkan potensi geopolitik dan geo-ekonomi nasional, antara lain
dengan mendorong UMKMK dan perusahaan nasional meningkatkan kreativitas,
sinergi, inovasi, dan kemampuan menyerap teknologi baru dalam era keterbukaan.
Dalam
kebijakan baru ini, sebanyak 35 bidang usaha, antara lain: industri crumb
rubber; cold storage; pariwisata (restoran; bar; cafe; usaha rekreasi, seni,
dan hiburan: gelanggang olah raga); industri perfilman; penyelenggara transaksi
perdagangan secara elektronik (market place) yang bernilai Rp.100 milyar ke
atas; pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi; pengusahaan jalan
tol; pengelolaan dan pembuangan sampah yang tidak berbahaya; industri bahan
baku obat, dikeluarkan dari DNI.
Hal penting
lainnya adalah hilangnya rekomendasi pada 83 bidang usaha, antara lain Hotel
(Non Bintang, Bintang Satu, Bintang Dua); Motel; Usaha Rekreasi, Seni, dan
Hiburan; Biliar, Bowling, dan Lapangan Golf.
Revisi DNI
juga membuka 20 bidang usaha untuk asing dengan besaran saham tertentu, yang
sebelumnya PMDN 100%. Bidang usaha itu antara lain jasa pelayanan penunjang
kesehatan (67%), angkutan orang dengan
moda darat (49%); industri perfilman termasuk peredaran film (100%);
instalasi pemanfaatan tenaga listrik
tegangan tinggi/ekstra tinggi (49%).
Perubahan
komposisi saham PMA dalam DNI adalah:
30% sebanyak
32 bidang usaha, yaitu antara lain budi daya hortikultura, perbenihan
hortikulutura, dan sebagainya. Tidak berubah karena mandat UU.
33% sebanyak 3
bidang usaha, yaitu distributor dan pergudangan meningkat menjadi 67%, serta
cold storage meningkat menjadi 100%.
49% sebanyak
54 bidang usaha, dimana 14 bidang usaha meningkat menjadi 67% (seperti:
pelatihan kerja, biro perjalanan wisata, lapangan golf, jasa penunjang angkutan
udara, dsb); dan 8 bidang usaha meningkat menjadi 100% (seperti: sport center,
laboratorium pengolahan film, industri crumb rubber, dsb); serta 32 bidang
usaha tetap 49%, seperti fasilitas pelayanan akupuntur.
51% sebanyak
18 bidang usaha, dimana 10 bidang usaha meningkat menjadi 67% (seperti: museum
swasta, jasa boga, jasa konvensi, pameran dan perjalanan insentif, dsb); dan 1
bidang usaha meningkat menajdi 100%, yaitu restoran; serta 7 bidang usaha tetap
51%, seperti pengusahaan pariwisata alam.
55% sebanyak
19 bidang usaha, dimana semuanya bidang usaha meningkat menjadi 67%, yaitu jasa
bisnis/jasa konsultansi konstruksi dengan nilai pekerjaan diatas Rp.
10.000.000.000,00.
65% sebanyak 3
bidang usaha, dimana 3 bidang usaha meningkat menjadi 67%, seperti
penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa
telekomunikasi, Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi
dengan jasa telekomunikasi, dsb.
85% sebanyak 8
bidang usaha, dimana 1 bidang usaha meningkat menjadi 100%, yaitu industri
bahan baku obat; dan 7 bidang usaha lainnya tetap karena UU, seperti sewa guna
usaha, dsb.
95% sebanyak
17 bidang usaha, dimana 5 bidang usaha meningkat menjadi 100% (seperti:
pengusahaan jalan tol, pembentukan lembaga pengujian perangkat
telekomunikasi/tes laboratorium, dsb); dan 12 bidang usaha tetap 95% karena UU
seperti usaha perkebunan dengan luas 25 ha atau lebih yang teritegrasi dengan
unit pengolahan dengan kapasitas sama atau melebihi kapasitas tertentu, dsb.
Senin, 01 Februari 2016
Paket Ekonomi IX Pemerataan Infrastruktur Ketenagalistrikan dan stabilisasi harga daging hingga ke desa
Paket Ekonomi IX
Pemerataan
Infrastruktur Ketenagalistrikan dan stabilisasi harga daging hingga ke desa
Pemerintah baru saja mengeluarkan paket
kebijakan ekonomi IX. Fokusnya mempercepat pembangunan infrastruktur
ketenagalistrikan, stabilisasi pasokan dan harga daging sapi serta pengembangan
logistik dari desa ke global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
Darmin Nasution menyatakan pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden
untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Selain demi
memenuhi kebutuhan listrik untuk rakyat, pembangunan infrastruktur ini akan
mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi.
“Sampai tahun 2015, kapasitas listrik
terpasang di Indonesia mencapai 53 GW dengan energi terjual mencapai 220 TWH.
Rasio elektrifikasi saat ini sebesar 87,5%. Untuk mencapai rasio elektrifikasi
hingga 97,2% pada 2019, diperlukan pertumbuhan pembangunan infrastruktur
ketenagalistrikan sekitar 8,8% per tahun. Ini berdasarkan proyeksi pertumbuhan
ekonomi 6% per tahun dengan asumsi elastisitas 1,2”, kata Darmin.
Untuk mengejar target tersebut, diperlukan
kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa
penugasan kepada PT PLN (Persero). Dengan adanya Perpres ini, PT PLN akan memiliki
dasar hukum yang kuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur
ketenagalistrikan.
Pemerintah akan mendukung berbagai langkah PLN
seperti menjamin penyediaan energi primer, kebutuhan pendanaan dalam bentuk PMN
dll. Juga fasilitas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), penyederhanaan
perizinan melalui PTSP, penyelesaian konflik tata ruang, penyediaan tanah serta
penyelesaian masalah hukum, serta pembentukan badan usaha tersendiri yang
menjadi mitra PLN dalam penyediaan listrik.
Stabilisasi Pasokan dan Harga Daging Sapi
Selain listrik, yang masuk dalam Paket
Kebijakan Ekonomi IX adalah kebijakan tentang pasokan ternak dan/atau produk
hewan dalam hal tertentu. “Kebijakan ini didasari kebutuhan daging sapi dalam
negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2016 ini, misalnya,
kebutuhan nasional adalah 2,61 perkapita sehingga kebutuhan nasional setahun
mencapai 674,69 ribu ton atau setara dengan 3,9 juta ekor sapi,” papar Darmin.
Kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh
peternak dalam negeri, karena produksi sapi hanya mencapai 439,53 ribu ton per
tahun atau setara dengan 2,5 juta ekor sapi. Jadi terdapat kekurangan pasokan
yang mencapai 235,16 ribu ton yang harus dipenuhi melalui impor.
Pemerintah sebenarnya telah melakukan
langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan atau produksi daging sapi dalam
negeri. Antara lain melalui upaya peningkatan populasi, pengembangan logistik
dan distribusi, perbaikan tata niaga sapi dan daging sapi, dan penguatan
kelembagaan melalui Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Namun karena upaya tersebut
memerlukan waktu perlu dibarengi pasokan dari luar negeri untuk menutup
kekurangan yang ada.
Mengingat terbatasnya jumlah negara pemasok, pemerintah
Indonesia perlu memperluas akses dari negara maupun zona tertentu yang memenuhi
syarat kesehatan hewan -- yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Hewan
Internasional (OIE) -- untuk menambah alternatif sumber penyediaan hewan dan
produk hewan.
Untuk itu Menteri Pertanian akan menetapkan
negara atau zona dalam suatu negara, unit usaha atau farm untuk
pemasukan ternak dan/atau produk hewan berdasarkan analisis resiko dengan tetap
memperhatikan ketentuan OIE.
Dengan demikian, pemasukan ternak dan produk
hewan dalam kondisi tertentu tetap bisa dilakukan, seperti dalam keadaan bencana,
kurangnya ketersediaan daging, atau ketika harga daging sedang naik yang bisa
memicu inflasi dan mempengaruhi stabilitas harga. Jenis ternak yang dapat
dimasukkan berupa sapi atau kerbau bakalan, sedangkan produk hewan yang bisa
didatangkan berupa daging tanpa tulang dari ternak sapi dan/atau kerbau.
Sektor
Logistik, Dari Desa ke Pasar Global
“Sektor
logistik perlu dibenahi demi meningkatkan efisiensi dan daya saing serta
pembangunan konektivitas ekonomi desa-kota,” ujar Darmin.
Lima
jenis usaha yang dideregulasi, yakni:
a)
Pengembangan Usaha Jasa Penyelenggaraan Pos Komersial
Menyelaraskan
ketentuan tentang besaran tarif untuk mendorong efisiensi jasa pelayanan pos.
Ini dilatari adanya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 32 Tahun
2014 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika
Nomor 9 Tahun 2015 yang menetapkan besaran tarif jasa pos komersial harus lebih
tinggi dari tarif layanan pos universal yang ditetapkan pemerintah. Ketentuan
ini dinilai membatasi persaingan pelaku penyelanggara pos komersial.
b)
Penyatuan Pembayaran Jasa-jasa Kepelabuhanan Secara
Elektronik (Single Billing)
Menyatukan pembayaran
jasa-jasa kepelabuhanan secara elektronik (single billing) oleh Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengoperasikan pelabuhan. Ini sebagai penegasan
pelaksanaan Peraturan Menteri BUMN Nomor 2 Tahun 2013 tentang Panduan
Penyusunan Pengelolaan Teknologi Informasi BUMN.
Selama ini pelaku
usaha yang menggunakan jasa kepelabuhan umumnya masih melakukan pembayaran
secara parsial dan belum terintegrasi secara elektronik. Ini berdampak terhadap
lamanya waktu pemrosesan transaksi (20% dari lead time) di pelabuhan.
Melalui penyatuan pembayaran secara elektronik ini, efisiensi biaya dan waktu
untuk memperlancar arus barang di pelabuhan akan bisa lebih ditingkatkan.
c)
Sinergi BUMN Membangun Agregator/Konsolidator Ekspor
Produk UKM, Geographical Inidications, dan Ekonomi Kreatif
Melalui BUMN, pemerintah ingin membuka peluang
lebih besar kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terutama dalam menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selama ini beragam produk UKM, produk khas
daerah, dan produk kreatif masyarakat masih sulit memenuhi ketentuan dan
dokumen yang diperlukan ketika hendak mengekspor produknya.
d)
Sistem Pelayanan Terbadu Kepelabuhan Secara Elektronik
Kj
Indonesia saat ini
sudah memiliki Portal Indonesia National Single Window (INSW) yang
menangani kelancaran pergerakan dokumen ekspor impor. Portal Indonesia National
Single Window (INSW) sudah diterapkan di 16 (enam belas) pelabuhan laut dan
5 (lima) bandar udara di Indonesia.
Efektifitas Portal
Indonesia National Single Window (INSW) dalam rangka penyelesaian
dokumen kepabeanan belum didukung oleh sistem informasi pergerakan barang di
pelabuhan yang terintegrasi (inaportnet), seperti yard planning system,
kepabeanan, delivery order, trucking company, hingga billing
system.
Karena belum
terpadunya pergerakan barang dan dokumen di pelabuhan maka berpengaruh terhadap
lead time barang yang selanjutnya akan berdampak pada dwelling time di
pelabuhan.
e)
Penggunaan mata uang rupiah untuk transaksi kegiatan
transportasi.
Pembayaran
beberapa kegiatan logistik seperti transportasi laut dan pergudangan masih
menggunakan tarif dalam bentuk mata uang asing yang dikonversikan ke dalam mata
uang Rupiah dengan besaran kurs yang ditentukan oleh masing-masing pemberi jasa
(tidak ada acuan kurs). Pada umumnya ketentuan kurs yang digunakan di atas kurs
Bank Indonesia.
Sumber : Humas Ekon
Langganan:
Komentar (Atom)












