Jumat, 12 Februari 2016

Perusahaan-Perusahaan di Balangan Gelar Aksi Solidaritas

 
 
Perusahaan-Perusahaan di Balangan Gelar Aksi Solidaritas
PARINGIN - Dalam rangka bulan K3 Nasional tahun 2016, beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Balangan memperingatinya dengan menggelar donor darah.
Perusahaan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya Balangan Coal, PT. SIS, PT. AHK, PT. SBM, dan PT. JBI yang bekerja sama dengan Pemkab Balangan melalui RSUD setempat.
Aksi donor darah yang dilaksanakan di kantor Balangan Coal tersebut sendiri, melibatkan karyawan dari masing-masing perusahaan dan berhasil mengumpulkan 60 kantong darah dari 62 pendonor.
Wakil ketua panitia peringatan Bulan K3 Nasional, Agussalim Tiri mengungkapkan, selanjutnya darah tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kabupaten Balangan.
"Kita berharap kegiatan ini bisa ke depan bisa memberikan dampak positif bagi karyawan yang ikut mendonor, sehingga bisa mendonorkan darahnya secara rutin. Karena donor darah baik untuk kesehatan,"  tandas pria yang juga menjabat sebagai QHSE Section Head Balangan Coal ini.
Terakhir Tiri memaparkan, aksi donor tersebut juga bertujuan untuk menanamkan jiwa sosial kepada karyawan, melatih diri menjalankan aksi sosial bagi sesama. (why)


Dinas PTPHPP Sediakan Asuransi Untuk Tanaman Padi
PARINGIN - Guna menjamin kelangsungan tanaman padi petani dari ancaman serangan hama penyakit, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan Perikanan (PTPHPP) Balangan, meluncurkan berbagai program.
Selain membagikan pestisida untuk mengendalikan, menolak dan membasmi hama, serta penyuluhan penanganan hama, Dinas PTPHPP Balangan juga menyediakan asuransi untuk petani.
Kepala Dinas PTPHPP Balangan, Ir Tuhalus MP mengungkapkan, pihaknya mencadangkan asuransi untuk luasan 1100 hektare lahan tanaman padi petani.
"Asuransi yang kita sediakan yaitu berupa mengganti biaya tanam petani apabila tanaman padinya mengalami kegagalan akibat hama penyakit, banjir dan kekeringan. Setiap hektarenya kita sediakan Rp6 juta," ungkapnya.
Dana yang disediakan untuk asuransi sendiri kata dia bersumber dari APBD, namun karena terbatas maka asuransi hanya diperuntukkan bagi petani yang melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
"Uang pendaftaran asuransi yang dikenakan untuk setiap petani cuma sebesar Rp36 ribu. Untuk ke depan asuransi ini akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat," terangnya.‎ (why)

0 komentar:

Posting Komentar