Perusahaan-Perusahaan di Balangan Gelar Aksi Solidaritas
PARINGIN
- Dalam rangka bulan K3 Nasional tahun 2016, beberapa perusahaan yang
beroperasi di wilayah Balangan memperingatinya dengan menggelar donor
darah.
Perusahaan yang
turut berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya Balangan Coal, PT.
SIS, PT. AHK, PT. SBM, dan PT. JBI yang bekerja sama dengan Pemkab
Balangan melalui RSUD setempat.
Aksi
donor darah yang dilaksanakan di kantor Balangan Coal tersebut sendiri,
melibatkan karyawan dari masing-masing perusahaan dan berhasil
mengumpulkan 60 kantong darah dari 62 pendonor.
Wakil
ketua panitia peringatan Bulan K3 Nasional, Agussalim Tiri
mengungkapkan, selanjutnya darah tersebut akan disalurkan kepada
masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD
Kabupaten Balangan.
"Kita
berharap kegiatan ini bisa ke depan bisa memberikan dampak positif bagi
karyawan yang ikut mendonor, sehingga bisa mendonorkan darahnya secara
rutin. Karena donor darah baik untuk kesehatan," tandas pria yang juga
menjabat sebagai QHSE Section Head Balangan Coal ini.
Terakhir
Tiri memaparkan, aksi donor tersebut juga bertujuan untuk menanamkan
jiwa sosial kepada karyawan, melatih diri menjalankan aksi sosial bagi
sesama. (why)
Dinas PTPHPP Sediakan Asuransi Untuk Tanaman Padi
PARINGIN
- Guna menjamin kelangsungan tanaman padi petani dari ancaman serangan
hama penyakit, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan
Perikanan (PTPHPP) Balangan, meluncurkan berbagai program.
Selain
membagikan pestisida untuk mengendalikan, menolak dan membasmi hama,
serta penyuluhan penanganan hama, Dinas PTPHPP Balangan juga menyediakan
asuransi untuk petani.
Kepala
Dinas PTPHPP Balangan, Ir Tuhalus MP mengungkapkan, pihaknya
mencadangkan asuransi untuk luasan 1100 hektare lahan tanaman padi
petani.
"Asuransi yang
kita sediakan yaitu berupa mengganti biaya tanam petani apabila tanaman
padinya mengalami kegagalan akibat hama penyakit, banjir dan kekeringan.
Setiap hektarenya kita sediakan Rp6 juta," ungkapnya.
Dana
yang disediakan untuk asuransi sendiri kata dia bersumber dari APBD,
namun karena terbatas maka asuransi hanya diperuntukkan bagi petani yang
melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
"Uang
pendaftaran asuransi yang dikenakan untuk setiap petani cuma sebesar
Rp36 ribu. Untuk ke depan asuransi ini akan mendapat bantuan dari
pemerintah pusat," terangnya. (why)







0 komentar:
Posting Komentar