Selasa, 22 Desember 2015
Kembangkan Sentran Kawasan Pembibitan Ternak Sapi
Kembangkan Sentran Kawasan Pembibitan Ternak Sapi
PARINGIN. Dalam mempercepat pembangunan perdesaan dan pertanian diperlukan komitmen dan tanggung jawab moral pembangunan diri segenap aparatur pemerintah, masyarakat, maupun swasta, sehingga pembangunan pertanian dapat dilakukan secara efektif, efisien, terintegrasi, dan sinkron dengan pembangunan sektor lainnya dan berwawasan lingkungan.
Menyikapi berbagai tantangan dan ancaman dalam pengembangan Perbibitan , maka diperlukan terobosan program yang melibatkan berbagai pihak yang perlu dilakukan secara terarah dan terkoordinasi.
Salah satu Sentra Kawasan Pembibitan Peternakan yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Balangan yang berada di wilayah Kecamatan Paringin Selatan.
Kepala Dinas PTPHTPP Kabupaten Balangan, Ir Tuhalus menyampaikan Perkembangan ternak Sentra Kawasan Pembibitan Peternakan dari awal populasi 27 ekor induk sapi Simental dari APBD II dan 18 ekor betina dari APBD I sekarang keadaan menjadi 31 ekor induk, 1 Pejantan, 46 ekor anak (Jantan 20 ekor, dan anak Betina 26 ekor)
"Sentra Kawasan Pembibitan Peternakan merupakan kawasan yang dicanangkan untuk memproduksi bibit-bibit ternak crossing untuk dikembangkan kepada masyarakat Kabupaten Balangan dengan tujuan dapat memperbaiki ekonomi masyarakat,"Terangnya.
Sementara, untuk kegiatan penanganan limbah ternak dimana digunakan sebagai pupuk organic, dimana limbah padat di keringkan dengan dicampur dengan dedak, serbuk gergaji, gula, sekam, kapur dan EM4 sehingga lebih meningkatkan peningkatan N dan kandungan unsur hara lainnya
Untuk pemenuhan Pakan,Lanjut tuhalus, Pengelola melakukan Pemeliharaan lahan hijauan dilakukan dengan pemberian pupuk berupa kotoran sapi yang setelah rumput ditebang agar rumput dapat tumbuh optimal dan bisa ditebang kembali 40 – 50 hari kemudian. Karena luasnya lahan yang dimiliki sentra perbibitan maka lahan dibagi beberapa tempat untuk memudahkan penebangan, pemupukan dan penebangan kembali
Disampaikannya pula, Untuk perkembangbiakkan dilakukan dengan kawin alam dan inseminasi buatan. Pengawasan birahi harus dilakukan dengan tepat. Bila sapi yang birahi satu kandang dengan pejantan biasanya langsung terjadi kawin alam. Sedangkan bila yang tidak satu kandang dilakukan inseminasi buatan.
"Kita harapkan Sentran pembibitan sapi ini bisa mengoptimalkan pasokan sapi sehingga kebutuhan akan daging sapi bisa selalu terpenuhi baik untuk masyarakat balangan maupun masyarakat luar balangan,"Pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar