Selasa, 22 Desember 2015

Bidan dan Perawat Warga Terpencil Dapat Beasiswa




Bidan dan Perawat Warga Terpencil Dapat Beasiswa

PARINGIN. Derajat kesehatan keluarga sangat ditentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak yang merupakan kelompok penduduk yang rawan terhadap gangguan kesehatan ibu merupakan pendidik pertama di dalam keluarga yang memegang peranan dalam kesejahteraan keluarga.

Tingginya angka kematian ibu (AKI), yaitu  334 Per 100.000 Kelahiran hidup  (SDKI tahun 1997), dan penurunannya yang lambat merupakan masalah prioritas yang belum teratasi. Sedangkan target yang harus dicapai pada tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Penurunan AKI pada tahun 2015 menjadi 102/100.000 kelahiran hidup kondisi saat ini 228/100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007) indikator ini diramalkan sulit untuk dicapai kondisi ini tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di temui di negara berkembang.
AKI di kalimantan selatan masih tinggi jauh diatas rata-rata nasional yaitu 307/100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007) dan di kabupaten Balangan selama 5 (tahun) terakhir menunjukann trend yang turun naik AKI, jumlah kematian ibu mulai   tahun 2007: 2 orang tahun 2008 1 orang, tahun 2009 : 6 orang,  tahun 2010 3 orang, tahun 2011 6  kematian ibu tahun 2010 6 orang dengan penyebab perdarahan, eklamsi, lain lain dengan Kematian bayi mulai   tahun 2007: 21 orang tahun 2008: 26 orang, tahun 2009 : 36 orang,  tahun 2010: 39 orang, tahun 2011: 49    Indikator proyeksi terhadap penurunan AKI dan AKB peningkatan kesehatan ibu ditujukan dengan cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan dan trennya memperlihatkan peningkatan yang tajam dari 38,5 persen tahun 1992 menjadi 73.42 persen  tahun 2007.

Kepala Dinas Kesehatan Balangan, Humam Ariffin mengatakan Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anga Kematian Bayi salah satu upaya yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Balangan  dalam merekrut tenaga Bidan dan Perawat melaui seleksi penerimaan calon pegawai Negeri Sipil di mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 tetapi masih belum mencukupi kebutuhan  tenaga kesehatan tersebut

" maka dianggap perlu untuk mendidik putra putri daerah terpencil untuk menjadi Bidan dan Perawat guna mencukupi tenaga kesehatan di lapangan dengan juga diberikan bea siswa,"Imnuhnya.

Oleh Dinas Kesehatan, Jelas humas, sejak tahun 2008 dan 2009 ada 23 orang warga daerah (desa, red) terpencil yang dikuliahan di Akademi Kebidanan, bahkan ada 3 orang yang sudah menyandang gelar S1 Keperawatan Sari Mulia Banjarmasin.

Seperti halnya program lain yang telah berjalan, program ini juga diharapkan memberi sumbangsih besar terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. "Ditilik dari manfaatnya yang besar diharapkan program seperti ini dapat dilaksanakan berkelanjutan demi terpenuhinya tenaga kesehatan yang berkualitas di Kabupaten Balangan, terutama di daerah terpencil,"Harap Humam. Fit/mb

0 komentar:

Posting Komentar